Untukmu yang di Perantauan, Kembalilah Secara Utuh

Tak bisakah kau merasa?

Yang pernah kita lewati bukanlah sekedar tempat hunian pasir yang hanya akan meninggalkan jejak lalu kemudian lenyap oleh air, yang akan kita hadapi adalah dunia selebar mata yang melihat dan seluas kaki yang berpijak. Kita pernah bercerita bersama menghabiskan waktu dengan alam, jika alam bisa bersuara mungkin dia juga ikut bercerita bersama kita.

Tapi sayangnya mereka cuma jadi wadah, tempat masa lalu yang sempat kita singgahi. Masih tetap kuingat apa yang kita kerjakan waktu mentari tenggelam serta tidak sekali lagi memperlihatkan wujudnya, pas di bawah kaki gunung kita mengambil langkah dengan untuk menuju puncak. Di sini kita menyiapkan diri untuk maksud yang menginginkan kita raih. Tetaplah jalan walau jauh, menanti walau lama, tertawa walau capek, bertahan walau sakit serta sama-sama mendorong maju meskipun sendiri nyaris jatuh. Kita sempat melaluinya, sedetik saat begitu bernilai bila kebersamaan ini jadikan cerita, cerita yang juga akan jadikan satu motivasi, argumen kenapa mesti bertahan bahkan juga bila telah tidak sekali lagi dengan mereka.

Kau yang di sana dengan dunia barumu, kau yang meninggalkan serta saya yang ditinggalkan. Sekian kali fikiran ini keluar dikepalaku serta berkuasa disetiap hari yang tengah kulewati. Langkah kaki yang dahulu kita buat dengan telah lenyap karna saat. Saat ini cuma ada jejak sepasang kaki yang tampak, cuma saya serta jejakku. Seperti jalan menyusuri tepi pantai yang menyejukkan hati walau sedikit rasa sepi, yaa saat ini saya yang jalan sendiri. Jalan sendiri sampai petang tiba, walau tanpa ada mereka saya cukup bersahabat dengan situasi ini. Hangatnya mentari tidak menginginkan kupungkiri, bayangan sinarnya yang terbentang di laut seolah melukiskan hadirnya mereka bersamaku. Bantaian ombak yang berkelahi dengan air terdengar keras ditelinga, sampai kesepian juga tidak tampak terang. Semuanya situasi ini adalah ciptaan dari memori yang sempat kita lalui serta saat ini sudah jadi masa lalu dipikiranku. Belum juga ketahui apakah mereka juga menyimpannya, bagiku ini adalah cerita indah yang perlu disimpan rapi, apabila bisa ada sedikit peluang saya menginginkan senantiasa membuatnya kembali.

Tidak menginginkan menyebutkan kalau ini adalah akhir perjalanan kita, karna bagiku ini adalah awal baru untuk langkah yang tambah baik. Kehidupan ini adalah arus yang harus kita lewati, arus yang juga akan mematikan serta membuat kamu terdampar jauh, atau jadi juga akan membuat kamu kembali pada tepian dengan selamat. Seseorang diri atau dengan, ini adalah fakta yang ada pas dimuka matamu. Segelombang arus kehidupan yang perlu kau hadapi, ini adalah pilihan yang perlu kau putuskan. Dengan fisik mungkin saja satu waktu kita juga akan terpisah jauh, malas bertegur sapa, berjumpa dengan beberapa orang baru serta mulai asyik dengan kesibukannya semasing. Tanpa ada kau sadari jadi juga akan ada pesan maupun kata dari mereka yang menyebutkan padamu :

“Sombong”

“kemana saja? ”

“Sorry, saya lupa”

“Iya, maaf”

Bila kau terasa nyaman, jadi tetaplah berkomunikasi sembari jalan semampu dirimu sampai habis batasanmu. Tetapi bila ini membuat kamu tidak nyaman, jadi berjalanlah kedepan bahkan juga berlarilah sampai ke maksudmu. Bila kau telah tiba pada cita-citamu, coba ingat cerita dengan diriku, perjalanan yang dahulu kita lalui dengan serta bila ada sedikit waktumu, ajak lah saya kembali kenang masa itu. Secepat mungkin saja saya juga akan lari kehadapanmu dengan semuanya kemampuanku, yaa pas di hadapanmu serta saya juga akan menarik tanganmu serta mengajakmu membuat kembali masa itu. Bahkan juga sejauh apa pun kau pergi kelak, coba sedikit saja menyapaku walau cuma lewat pesan singkatmu.

Pertanyaan yang menginginkan senantiasa kusampaikan adalah “Apa berita? ” serta jawaban yang paling menginginkan ku dengar adalah “Aku baik-baik saja serta juga akan senantiasa baik-baik saja”. Walau sering kali pertanyaan itu adalah satu pesan yang mengganggumu, maupun aktivitas membuat kamu tidak mengingat untuk membalasnya. Saya masih tetap memiliki seribu kemampuan untuk tetaplah bertahan menunggumu di sini, teman dekat. Karna di sini, saya menyisipkan namamu disetiap doaku.

Bahkan juga bila habis sinar hari ini untukku tetaplah tinggal di sini, tidak apa karna gelap juga akan bertukar jelas serta saya juga akan kembali menanti di keesokan hari. Walau arus sangat susah kau lewati serta ombak senantiasa datang serta pergi sesuka hati, tidak problem karna air yang dibawanya juga akan melembutkan sang pasir serta membuatnya indah membuat satu pantai yang juga akan menarik perhatian tiap-tiap orang yang memandangnya, begitu halnya satu persahabatan.

Baca Juga: Kata kata lucu

Persahabatan ini bukanlah karna kelebihan, jauh dari kata istimewa. Cuma saja kita coba selalu untuk ada diwaktu kebersamaan, bahkan juga bila saat cuma memberimu dalam hitungan menit, tidak kenapa asal kita pernah meminum seteguk kopi. Walau hitam serta pahit, namun ada rasa manis yang juga akan kau jumpai. Situasi ini yang tengah ku rindukan, menceritakan seperti hal nya dahulu, berlarian sekencang-kencangnya tanpa ada malu, tertawa sekuat-kuatnya tanpa ada sangsi serta melakukan tindakan sebebas-bebasnya diri kita. Tanpa ada dimarahi siapa saja, tidak dikomentari ini itu, serta tanpa ada perduli apa kata orang yang lain.