Arti Dari Aqiqah

Islam adalah agama yang sangat lengkap dalam megajarkan berbagai syari’atnya. anjuran yang diperintahkan dalam islam mrupakan kebaikan yang semestinya dijalankan. syari’at dalam islam berlaku seumur-hidup dari manusia lahir hingga meninggal dunia. saat lahir misalnya anak disunnahkan untuk memberikan nama yang baik dan aqiqah. apa itu sebenarnya aqiqah?

arti dari aqiqah

Kata aqiqah berasal dari kata “al-aqqu” yang artinyaal qath’u, yakni berarti memotong atau terpotong. Menurut Abu Ubaid aqiqah pada mulanya berarti rambut yang ada pada kepala seorang bayi ketika dilahirkan.hal tersebut sesuai dengan hadits sebagai berikut, “Pada asalnya makna ‟aqiqah itu adalah rambut bawaan yang ada di kepalabayi ketika lahir. Hanya saja, istilah ini disebutkan untuk kambing yang disembelih ketikaaqiqah karena rambut bayi dicukur ketika kambing tersebut disembelih. Dianjurkan untuk membersihkan kotoran dan  kotoran yang dimaksud adalahrambut bayi (yang dicukur ketika itu).” (Al-Jauziyah, 1403)

Pendapat tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmizi, “Dari Samurah, sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda: “Setiapbayi tergadai atau titipan pada aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh,dan pada hari itu diberi nama dan dicukurlah rambutnya.

Aqiqah juga dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk kasih sayang orang tua.Syari’at aqiqah juga dapat diartikan sebagai wujud atas karunia yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Aqiqah merupakan sarana menyalurkan rasa bersyukur kepada Allah SWT dan menyalurkan kebahagiaan kepada sesama muslim. Jadi  dapat diambil kesimpulan bahwa syari’at aqiqah dapat ditinjau menjadi dua aspek yaitu secara vertikal dan horisontal. secara vertikal aqiqah dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas karunia yang sangat berharga yaitu lahirnya seorang anak. sedangkan secara horizontal aqiqah adalah wadah untuk berbagi rizki dan kebahagiaan berupa melakukan penyembelihan hewan dan pembagian daging hewan tersebut ke masyarakat sekitar.

Pengertian dari istilah – istilah Notasi

Nada Teori musik menerangkan bagaimana nada dinotasikan atau dituliskan serta bagaimana nada itu di tangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang nada umumnya dibicarakan tidak dalam panjang gelombangnya ataupun periodenya, tetapi dalam frekwensinya. Aspek-aspek basic nada dalam musik umumnya diterangkan dalam tala (pitch, yakni tinggi suara), waktu (berapakah lama nada ada), intensitas, serta timbre (warna bunyi).


Suara Nada bisa dibagi-bagi kedalam suara yang mempunyai tinggi suara atau tala spesifik menurut frekwensinya maupun menurut jarak relatif tinggi suara itu pada tinggi suara patokan. Ketidaksamaan tala pada dua suara dikatakan sebagai interval. Suara bisa ditata dalam tangga suara yang tidak sama. Tangga suara yang paling umum yaitu tangga suara mayor, tangga suara minor, serta tangga suara pentatonik. Suara basic satu karya musik memastikan frekwensi setiap suara dalam karya itu. Suara dalam teori musik diatonis barat diidentifikasikan jadi 12 suara yang semasing dinamakan yakni suara C, D, E, F, G, A serta B. Dan bebrapa suara kromatis yakni Cis/Des, Dis/Es, Fis/Ges, Gis/As, serta Ais/Bes.
Ritme Ritme yaitu penyusunan bunyi kurun waktu. Birama adalah pembagian grup ketukan kurun waktu. Sinyal birama tunjukkan jumlah ketukan dalam birama serta not angka mana yang dihitung serta dipandang jadi satu ketukan.
Notasi Notasi musik adalah penggambaran tertulis atas musik. Ke-2 unsur itu membuat paranada, di samping beberapa panduan suara basic, tempo, dinamika, dsb. Dapat pula jadi, symbol atau untuk menerangkan tinggi serta rendahnya nada atau suara yang berupa satu gambar.
Melodi Melodi yaitu rangkaian suara kurun waktu. Rangkaian itu bisa dibunyikan sendirian, yakni tanpa ada iringan, atau bisa adalah sisi dari rangkaian akord kurun waktu (umumnya adalah rangkaian suara teratas dalam akord-akord itu). Melodi terjadi dari satu rangkaian suara dengan horisontal. Unit paling kecil dari melodi yaitu Motif. Motif yaitu tiga suara atau lebih yang mempunyai maksud atau arti musikal. Paduan dari Motif yaitu Semi Frase, serta paduan dari Semi Frase yaitu Frase (Kalimat). Satu Melodi yang paling umum umumnya terbagi dalam dua Semi Frase yakni kalimat bertanya (Antisiden) serta kalimat jawab (Konsekwen).
Serasi Harmoni pada umumnya bisa disebutkan jadi peristiwa dua atau lebih suara dengan tinggi berlainan dibunyikan berbarengan, meskipun serasi dapat juga berlangsung apabila suara – suara itu dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Serasi yang terbagi dalam tiga atau lebih suara yang dibunyikan berbarengan umumnya dimaksud akord.