Gak Harus dililit, tapi kain batik yang dijadikan rok lebar juga gak mengurangi pesona Kartinimu lho

Kalau kamu bosan bawahan kain sewaktu memakai kebaya, ada rok batik lebar sebagai paduan lainnya nih. Apalagi sekarang di mana-mana mudah ditemukan beragam model rok batik yang bisa kamu pilih sesuai selera. Oh iya, kebaya encim nggak harus yang bermotif kok. Berupa brukat aja juga termasuk (lihat kebaya warna putih).

Buat yang ingin tampak simpel, anda bisa menggabungkan kebaya encim dengan celana panjang bahan. Penampilanmu tidak cuma cantik, namun juga catchy.

Waktu menginginkan tampak sederhana, anda dapat memakai celana panjang jadi bawahan. Umumnya nih bila telah gunakan celana tuch keluar rasa cemas tidak dapat dipakai untuk acara resmi. walau sebenarnya dapat lho. Seandainya bawahan yang anda gunakan yakni celana bahan panjang serta warna yang pas dengan kebaya dan acaranya. Janganlah lupa tatanan rambut yang kece dan clucht supaya dandananmu tidak kalah dengan yang beda.

Agar penampilanmu yang berhijab makin memesona, pasti gabungan kebaya encim dengan rok batik ruffle pilihan yang cocok.

Untuk kamu yang berhijab, tampilan juga akan makin ciamik dengan gabungan kebaya encim serta rok batik ruffle. Dengan kebaya encim yang ada bordir dekat ujung kebaya di dekat kencing, pasti jadi nilai plus pada penampilanmu. Terlebih dengan lipatan-lipatan pada rok yang dipakai, anda tidak kalah dengan yang beda.

Baca Juga: Ucapan Hari Kartini

Janganlah lupa dengan juga jilbabnya, baik yang sisi empat ataupun pasmina dapat jadi pilihan. Upayakan pakai jilbab polos ya untuk meredam motif yang ada pada kebaya serta bawahan.

Memperingati satu diantara pahlawan wanita Indonesia yang sudah memperjuangkan hak-hak wanita ini memanglah selaknya anda kerjakan. Maka dari itu, memperingati hari Kartini satu diantaranya dengan menggunakan kebaya dapat dikerjakan. Terlebih dengan menggunakan kebaya encim yang digabungkan dengan bermacam bawahan. Wah, penampilanmu jadi Kartini banget deh.

Sebuah Catatan Kecil Soal Hujan

Kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya – Tere Liye.

Hujan. Terdapat banyak yang membencinya adapula yang begitu meyukainya serta ada yang tidak memperdulikannya. Memanglah, kadang-kadang hujan mengakibatkan bencana tetapi seringkali untuk segelintir orang hujan yaitu semuanya, mengenai anugerah, mesin saat maupun penenang jiwa.

Ya, hujan tidak terus-terusan mengenai basah, tetapi terdapat banyak masa lalu yang turut turun dengannya baik luka maupun bahagia. Kenyataannya hujan adalah siklus keseimbangan alam tiap-tiap detik ada 16 juta ton air yang menguap serta jadi bahan hujan.

Jumlah yang sama juga akan kembali pada bumi berbentuk hujan serta hujan jatuh ke bumi dengan kecepatan rata-rata 8-10 km/jam, tetapi hujan bukan sekedar mengenai keseimbangan alam. Untuk pencinta hujan, hujan lebih dari rintikan air yang jatuh kebumi yang cuma buat basah.

Pluviophile

Pluviophile yaitu sebutan untuk mereka pengagum hujan, beberapa manusia yang rasakan damai serta tenang waktu mendung mulai menegur langit. Sukai berlama memandang keluar kaca jendela, cuma untuk lihat rintikannya jatuh membasahi bumi dengan potongan masa lalu yang dibawanya. Demikianlah pluviophile, terasa damai saat guyuran hujan mulai menempa, tidak ada hiruk pikuk dunia tidak ada bising kendaraan cukup derasnya hujan yang temani ketika itu. Untuk pluviophile hujan itu lebih dari sebatas hujan, hujan turun membawa masa lalu dengannya dan dengan selekasnya menghapus dengan rintikannya. Pencinta hujan, pemuja hujan atau apa yang mereka katakan. Some people feel the rain other juicet get wet, Bob Marley.

Petrichore

Petrichore yaitu satu diantara bau alami yang tercium waktu hujan turun membasahi tanah yang kering. Pada th. 1964, saintis Australia, Isabel Joy Bear serta R. G. Thomas, lakukan riset tentang aroma hujan serta mempublikasikannnya di jurnal Nature, “Nature of Agrillaceous Odor. ” Isabel serta Thomas membuat arti petrichor (Yunani, petra : batu, ichor : darah beberapa dewa) untuk menerangkan fenomena itu. Hujan senantiasa identik dengan masa lalu, membawa masa lalu dengannya serta menaikkan sekali lagi lewat aromanya. Hal yang dinanti sesudah hujan, memberi kesan tenang serta damai saat itu juga. Petrichore, the smell after the rain.

Lucu atau Nggak Lucu, Ini Lho Kenapa Banyak yang Udah Mulai Bosan Sama Raditya Dika

Dewasa ini siapa yang berani mengaku anak muda tapi tidak mengenal Raditya Dika? Cowok kelahiran 28 Desember 1984 ini tak perlu lagi diragukan sebagai salah satu sosok paling berpengaruh di jagat hiburan kawula muda dalam setidaknya satu dasawarsa terakhir, utamanya di bidang komedi.

Apa yang belum juga ia buat? Ia mempelopori trend buku jenaka bergaya diary, menghidupkan sekali lagi stand up comedy di Indonesia, merajai vlog komedi, serta banyak sebagainya. Hebatnya, nyaris semua laku manis bak kacang goreng. Yang paling baru, film Koala Kumal telah menembus satu juta pemirsa.

Walau demikian, diantara kejayaannya, tidak disangkal juga beberapa dari kita perlahan-lahan rasakan kejenuhan serta kehilangan ketertarikan pada karya-karyanya. Mungkin saja ini sistem kebosanan yang alami (seniman atau artis hebat juga sering juga akan alami siklus turun serta naiknya), atau memanglah ada stagnansi serta problem dengan sistem berkarya Bang Dika? Mari didiskusikan yuk.

1. Awal kehadirannya sich dahsyat, cerita kocak dari situs (blog) lantas diangkat jadi buku

Raditya Dika menulis cerita kocak riwayatnya lewat situs (blog). Bang Dika menceritakan kehidupan pribadinya dengan perspektif komedi yang fresh serta ciri khas. Bisa disebut tulisan-tulisannya keluar dari arus paling utama (mainstream) saat itu.

Bersamaan dengan keberhasilan selangit dari buku perdananya, Kambing Jantan : Satu Catatan Harian Pelajar Bodoh, mendadak bersama-sama terbit buku-buku semacam. Style komedi diary-nya yang suka mengolok-olok sendiri ditiru banyaknya penulis.

Ia hasilkan gelombang trend style kepenulisan komedi yang baru di Tanah Air. Tetapi, rasa-rasanya tidak ada satu juga penulis beda yang berhasil mendekati popularitas Bang Dika. Hormat!

2. Tiap-tiap bukunya diadaptasi jadi film, tetaplah laku!

Film pertama Raditya Dika yaitu Kambing Jantan, Satu Film Pelajar Bodoh. Film ini diangkat dari buku perdananya yang berjudul sama.

Sutradara film ini juga tidak main-main, Rudi Soedjarwo. Akting Bang Dika juga tidak dapat disepelekan dalam film ini mengingat ia tidak miliki latar belakang seni peranan. Yah, walaupun animo pada filmnya terang tidak sepadan dengan bukunya, namun oke sich. Kita masih tetap menikmatinya kok Bang.